Minggu, 16 Oktober 2011

PERANAN KELUARGA DALAM MENANAMKAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA ANAK BAB I



 

BAB I

PENDAHULUAN


A.      LATAR BELAKANG

Di dalam keluarga, setiap orang tua menginginkan anak yang dilahirkannya menjadi orang-orang yang berkembang secara sempurna. Mereka tentu menginginkan agar anak yang dilahirkan menjadi orang yang cerdas, pandai serta menjadi orang yang beriman kepada Tuhannya. Artinya dalam taraf yang sangat sederhana, orang tua tidak ingin anaknya menjadi generasi yang nakal serta jauh dari nilai-nilai pendidikan agama Islam.
1
 
Untuk mencapai tujuan itu, maka seharusnya orang tua menyadari tentang arti pentingnya pendidikan bagi anak-anaknya khususnya pendidikan yang ada  sangkut pautnya dengan nilai-nilai pendidikan agama Islam. Karena itu semua merupakan tanggung jawab orang tua terhadap generasi yang dilahirkannya. Sehubungan dengan tanggung jawab ini, maka seharusya orang tua dapat mengetahui mengenai apa dan bagaimana pendidikan dalam keluarga. Karena keluarga sendiri menurut Zakiyah Darajat (1996: 89) dalam bukunya ilmu pendidikan Islam “merupakan masyarakat alamiah yang pergaulan di antara anggotanya bersifat khas. Dalam lingkungan ini terletak dasar-dasar pendidikan, di sini pendidikan berlangsung dengan semdirinya sesuai dengan tatananan pergaulan yang berlaku didalamnya”.
Di dalam UU No 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional pasal 7 ayat 1 dinyatakan  bahwa “orang tua berperan serta dalam memilih satuan pendidikan dan memperoleh informasi tentang perkembangan anaknya”. Sementara itu pasal 7 ayat 2 dinyatakan pula bahwa “orang tua dari anak usia wajib belajar, berkewajiban memberikan pendidikan dasar kepada anaknya”.  (Sisdiknas, 2003:7). Jadi dari sini jelas bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama baik antara keluarga, masyarakat dan pemerintah.
Oleh karena itu lembaga pendidikan keluarga selaku pendidikan yang paling bertanggung jawab terhadap anak-anaknya, hendaknya selalu memperhatikan dan membimbing anak-naknya khususnya bimbingan dan didikan yang berhubungan dengan nilai-nilai pendidikan agama Islam karena itu merupakan kunci. Mengapa kunci? karena pendidikan  agamalah yang berperan besar dalam membentuk pandangan hidup seseorang. Jadi dalam hal ini jelas bahwa pembangunan sumber daya manusia, termasuk pembinaan anak, erat sekali kaitannya dengan penumbuhan nilai-nilai seperti takwa kepada Tuhan, jujur, disiplin, dan memiliki etos kerja yang tinggi. Hal ini bukanlah suatu proses sesaat, melainkan suatu proses yang panjang yang harus dimulai sedini mungkin, yaitu sejak masa anak-anak. Dengan menumbuhkan anak-anak sejak dini, akan lahirlah generasi anak Indonesia yang berkualitas.
Pendidikan untuk menghasilkan manusia yang berkualitas itu sangat penting bagi manusia pada zaman kemajuan yang serba cepat ini, lebih-lebih pada abad yang akan datang. Dari sekarang telah terasa kuatnya persaingan antara orang perorang, antara kelompok, juga antar bangsa agar mampu bertahan dalam kehidupan yang serba dinamis. Hidup pada zaman seperti itu tidaklah mudah anak-anak harus disiapkan sedini mungkin, terarah, teratur, dan berdisiplin. Dalam kehidupan seperti itu godaan dan hal-hal yang dapat merusak mental serta moral manusia sungguh amat dahysat. Dan menghadapi zaman itu agama akan terasa lebih diperlukan. Oleh karena itulah peranan pendidikan keluarga sangat dibutuhkan sekali dalam menanamkan nilai-nilai pendidikan agama Islam pada anak semenjak dini agar mereka mampu menjadi tunas bangsa yang baik dan berkualitas                  
Keluarga sendiri menurut para pendidik sebagaimana yang dikutip Jalaluddin (2002: 216) dalam bukunya psikologi agama mengatakan bahwa:
“Keluarga merupakan lapangan pendidikan yang  pertama, dan pendidiknya adalah kedua orang tua. Orang tua (bapak dan ibu) adalah pendidik kodrati. Mereka pendidik bagi anak-anaknya karena secara kodrat ibu dan bapak diberikan anugerah oleh Tuhan pencipta berupa naluri orang tua. Karena naluri ini timbul rasa kasih sayang para orang tua pada anak-anak mereka, sehingga secara moral keduanya merasa terbebani tanggung jawab untuk memelihara, mengawasi dan melindungi serta membimbing keturunan mereka”.

Dari pendapat di atas dapat kita ketahui bahwa peranan pendidikan keluarga amatlah penting, apalagi pendidikan keagamaan. Karena pendidikan agama Islam di sini merupakan basic bagi anak-anak dalam rangka sebagai bekal untuk kehidupan mereka selanjutnya. Orang tua selaku pendidik bagi anak-anaknya diharapkan agar selalu berperan aktif dalam menanamkan nila-nilai pendidikan agama Islam pada anak-anaknya. Karena menurut Rasulullah, sebagaimana yang di kutip Hasbullah (2003: 116) fungsi dan peranan orang tua mampu membentuk arah dan keyakinan anak-anak mereka. Menurut beliau, “setiap bayi yang dilahirkan sudah memiliki potensi untuk beragama namun bentuk keyakinan agama yang akan dianut sepenuhnya tergantung dari bimbingan, pemeliharaan dan pengaruh kedua orang tua”.
Dari berberapa uraian di atas peneliti tertarik untuk melaksanakan penelitian tentang peranan keluarga dalam menanamkan nilai-nilai pendidikan agama Islam di Desa Buduab Kecamatan Suboh Kabupaten Situbundo, sebab di Desa ini perhatian dan peran orang tua terhadap pendidikan agama Islam anak-anaknya cukuplah besar. Hal ini dibuktikan dengan adanya bentuk arahan, motivasi, serta latihan-latihan yang dilakukan oleh orang tua terhadap anak-anaknya secara telaten dan sabar. Hal yang demikian dilakukan dan diupayakan oleh orang tua karena besarnya rasa tanggung jawab mereka akan pentingnya peranan nilai-nilai pendidikan agama Islam pada anaknya. Meskipun di antara mereka disibukkan dalam mencari nafkah sehari-hari namun hal itu tidak membuat surut mereka untuk selalu memperhatikan pendidikan anak-anaknya. agar anaknya tetap menjadi anak saleh, misalnya dengan jalan mengarahkan anak-anak mereka pada guru-guru ngaji ataupun pada lembaga-lembaga lain yang dianggap representatif untuk pendidikan anak-anaknya, seperti madrasah yang notabene merupakan lembaga yang mengajarkan ilmu-ilmu keagamaan secara optimal.

B.        ALASAN PEMILIHAN JUDUL

Menurut Tim Penyusun STAIN (2000:11-12) judul merupakan identitas formal atau cermin jiwa seluruh karya ilmiah. Pada dasarnya terdapat dua alasan dalam pemilihan suatu judul penelitian yakni alasan objektif dan alasan subjektif.
1.    Alasan Objektif
a.  Bahwa peranan keluarga dalam menanamkan nilai-nilai pendidikan agama Islam pada anak merupakan masalah yang layak untuk diteliti, sebab di dalamnya membahas tentang tanggung jawab keluarga terutama orang tua terhadap nilai-nilai pendidikan agama Islam pada anak.
b.  Mengingat bahwa keluarga mempunyai tanggung jawab yang besar  terhadap pendidikan anaknya.
2.    Alasan   Subjektif
a.  Bahwa judul tersebut sesuai dengan ilmu pengetahuan yang penulis peroleh dari STAIN Jember.
b.  Kesediaan dosen pembimbing untuk memberikan bantuannya berupa bimbingan pada penulis.
c.  Tersedianya kepustakaan yang ada untuk penulisan skripsi ini.

C.      PENEGASAN JUDUL

Untuk mempermudah dalam pembahasan dan dalam memahami permasalahan yang terdapat dalam skripsi ini, dan untuk menghindari terjadinya kesalah pahaman, maka perlu ditekankan penegasan judul terlebih dahulu. Penegasan judul ini dimulai dari kata perkata kemudian dijelaskan secara keseluruhan.
1.    Peranan
Di dalam kamus besar Bahasa Indonesia (1991:751) peranan diartikan sebagai “Tindakan yang dilakukan oleh seseorang dalam suatu peristiwa”.
2.    Keluarga
Menurut Ayyub (1994: 254) pengertian umum keluarga adalah suatu kumpulan manusia dalam kelompok kecil yang terdiri dari suami, isteri, dan anak-anak.
Sementara itu dalam kamus besar Bahasa Indonesia (1991: 471) keluarga itu memiliki pengertian:
a.  Ibu bapak dengan anaknya, seisi rumah (seluruh)
b.  Orang seisi rumah yang menjadi tanggungan
c.  (Kaum) sanak saudara, kaum dan kerabat
d. Satuan kekerabatan yang sangat mendasar dalam masyarakat. 
Dengan demikian kata keluarga yang dimaksud di sini berarti sekelompok kecil dalam masyarakat yang terdiri dari ibu, bapak dan anaknya.  
3.    Menanamkan
Di dalam kamus besar Bahasa Indonesia (1991: 1001) diartikan sebagai berikut “memasukkan paham/ajaran”
4.    Nilai-nilai
Menurut Bertens, sebagaimana yang dikutip oleh Paul Suparno (2001: 76) dalam bukunya reformasi pendidikan  “nilai merupakan sesuatu yang menarik bagi kita, sesuatu yang kita cari, sesuatu yang menyenangkan, sesuatu yang disukai dan diinginkan, singkatnya sesuatu yang baik”.
5.    Pendidikan agama Islam 
Sebelum menjelaskan pengertian agama Islam terlebih dahulu dijelaskan pengertian pendidikan pada umumnya. Menurut Muhibbin Syah (2000:10) dalam pengertian yang agak luas pendidikan diartikan sebagai sebuah proses dengan metode tertentu sehingga orang memperoleh pengetahuan, pemahaman, dan cara bertingkah laku yang sesuai dengan kebutuhan.
Sedangkan pendidikan agama Islam menurut Muhaimin (2002: 30) adalah upaya mendidikkan agama Islam atau ajaran Islam dan nilai-nilainya, agar menjadi way of life (pandangan dan sikap hidup) seseorang.
Dari pengertian di atas dapat disimpulakan bahwa pendidikan agama Islam merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan baik oleh seseorang ataupun lembaga dalam rangka untuk menumbuh kembangkan ajaran Islam dan nilai-nilainya kepada peserta didik.  
6.    Anak
Di dalam kamus besar Bahasa Indonesia (1991: 6) anak diartikan sebagai “keturunan kedua/manusia yang masih kecil”.
Berdasarkan pendapat di atas, maka yang dimaksud anak dalam penelitian ini adalah anak yang dilahirkan dari rahim ibunya dan masih dalam tanggung jawab orang tua.
Dengan demikian yang dimaksud peranan keluarga dalam menanamkan nilai-nilai pendidikan agama Islam pada anak adalah tindakan yang dilakukan oleh keluarga di Desa Buduan Kecamatan Suboh Kabupaten Situbondo dalam menanamkan nilai-nilai pendidikan agama Islam pada anak. nilai-nilai yang ditanamkan menyangkut masalah nilai akidah, nilai ibadah, dan nilai akhlak sehingga dengan penanaman nilai-nilai pendidikan agama Islam tersebut akan terbentuk pribadi-pribadi yang sesuai dengan nilai-nilai ajaran Islam.

D.      PERUMUSAN MASALAH 

Setiap pelaksanaan penelitian selalu bertitik tolak dari masalah yang harus dihadapi dan perlu dipecahkan, dalam hal ini Suharsimi Arikunto (1996: 25) menjelaskan bahwa: masalah mestinya menjadi bagian kebutuhan seseorang yang harus dipecahkan, orang-orang ingin mengadakan penelitian karena berhasrat mendapat jawaban dari masalah yang dihadapi.
Masalah menurut Moleong (1991:62) juga diartikan sebagai keadaan yang bersandar dari hubungan antara dua faktor yang menghasilkan situasi  yang membingungkan. Faktor yang menghubungkan tersebut dalam hal ini mungkin berupa konsep data empiris, pengalaman atau unsur lainnya. Jika kedua faktor itu didudukkan secara berpasangan akan menghasilkan kesukaran yaitu sesuatau yang tidak dipakai atau tidak dapat diterangkan pada waktu itu.
Oleh karena itu agar permasalahan tidak melebar, maka kami membatasi beberapa masalah sebagai berikut: 
a.    Fokus Masalah
Bagaimana peranan keluarga  dalam menanamkan nilai-nilai pendidikan agama Islam pada anak.
b.   Sub fokus Masalah
1.  Bagaimana peranan keluarga dalam menanamkan nilai-nilai akidah pada anak.
2.  Bagaimana peranan keluarga dalam menanamkan nilai-nilai ibadah pada anak. 
3.  Bagaimana peranan keluarga dalam menanamkan nilai-nilai akhlak pada anak.

E.       TUJUAN PENELITIAN

Dalam hal tujuan penelitian ini Sutrisno Hadi, (1993:3) berpendapat bahwa: suatu riset khususnya dalam ilmu pengetahuan empirik pada umumnya bertujuan untuk menemukan, mengembangkan atau menguji kebenaran suatu pengetahuan. Adapun tujuan yang ingin dicapai adalah:


a.    Tujuan Umum
Untuk mengetahui bagaimana peranan keluarga dalam menanamkan nilai-nilai pendidikan agama Islam pada anak.
b.   Tujuan Khusus
1.  Untuk mengetahui bagaimana peranan keluarga  dalam menanamkan nilai-nilai pendidikan agama Islam pada anak.
2.  Untuk mengetahui bagaimana peranan keluarga  dalam menanamkan nilai-nilai akidah pada anak .
3.  Untuk mengetahui bagaimana peranan keluarga  dalam menanamkan nilai-nilai ibadah pada anak. 
4.  Untuk mengetahui bagaimana peranan keluarga   dalam menanamkan nilai-nilai akhlak pada anak.

F.       MANFAAT PENELITIAN

Setiap penelitian yang dilakukan tentu memiliki manfaat baik bagi yang melakukan penelitian, yang diteliti, ataupun bagi orang banyak.
Adapun manfaat penelitian yang diharapkan dengan penelitian ini adalah:
1.  Sebagai salah satu bahan informasi yang memungkinkan dijadikan pertimbangan dan acuan bagi keluarga dalam menanamkan nilai-nilai pendidikan agama Islam pada anak dalam berpikir dan aplikasinya
2.  Ikut serta dalam mengembangkan sumbangan pemikiran karya ilmiah terhadap penanaman nilai-nilai pendidikan agama Islam pada anak
3.  Hasil penelitian ini semoga dapat memberikan konstribusi pemikiran yang dapat melengkapi penelitian-penelitian sejenis yang pernah dilakukan di fakultas ini.

G.      ASUMSI DAN KETERBATASAN

1.  Mengingat yang menjadi objek penelitian ini lebih banyak ditujukan kepada para keluarga di Desa Buduan Kecamatan Suboh Kabupaten Situbondo, maka mereka tidak bisa terlibat secara keseluruhan dalam penelitian ini, oleh karena itu diasumsikan bahwa untuk dapat mewakili mereka secara keseluruhan cukup hanya dipilih di antara mereka yang memahami terhadap masalah yang diteliti.
2.  Dengan keterbatasan waktu yang dimiliki oleh peneliti dalam mengadakan penelitian dan dalam menyusun skripsi ini, maka peneliti berasumsi bahwa dengan waktu yang relatif sedikit ini sudah bisa terwakili untuk akhirnya dapat dikembangkan di masa yang akan datang.
3.  Dengan tersedianya biaya yang relatif sedikit yang dimiliki oleh peneliti dalam penelitian ini, diasumsikan bahwa dengan dana yang demikian tersebut akan menghasilkan hasil yang memadai dan tidak mendapatkan kendala yang cukup berarti.
4.  Mengingat terbatasnya pengetahuan dan pengalaman peneliti sehingga skripsi ini dirasa belum begitu sempurna.

H.      METODE DAN PROSEDUR PENELITIAN

Dalam sebuah penelitian, metode merupakan suatu hal yang sangat penting karena dengan metode yang baik dan benar akan memungkinkan tercapainya suatu tujuan penelitian, di samping itu metode juga merupakan sesuatu yang menerangkan cara-cara untuk mengadakan penelitian, sebagaimana yang diungkapkan oleh Muhadjir (2002: 3 ) bahwa:
Metodologi penelitian membahas konsep teoritik berbagai metode, Kelebihan dan kelemahannya yang dalam karya ilmiah dilanjutkan dengan pemilihan metode yang digunakan; sedangkan metode penelitian mengemukakan secara tehnis tentang metode-metode yang digunakan dalam penelitiannya.

1.  Pendekatan Penelitian
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kualitatif. Menurut Kirk dan Miller, sebagaimana yang dikutip oleh Moleong (1991: 3) bahwa  “penelitian kualitatif adalah tradisi tertentu dalam ilmu pengetahuan sosial yang secra fundamental bergantung pada pengamatan pada manusia dalam kemasannya sendiri dan berhubungan dengan orang tersebut dalam bahasanya dan dalam perhatiannya”.
Sedangkan menurut Furchan (1992: 28) “Metode kualiataif adalah prosedur penelitian yang mengahasilkan data deskriptif yang berupa atau prilaku yang dapat diamati dari orang-orang  (subjek itu sendiri)”.
Dengan demikian penelitian kualitatif adalah penelitian yang tidak menghasilkan angka-angka, tetapi menghasilkan data-data deskriptif yang berupa ucapan dan prilaku dari subjek yang diteliti.
Dalam penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis, yaitu dalam pandangan fenomenologis menurut Moleong  (1991: 9) berusaha memahami arti peristiwa dan kaitan-kaitannya terhadap orang-orang biasa dalam situasi-situasi tertentu.
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif karena fokus penelitian ini lebih sesuai untuk didekatkan pada kualitatif.
2. Penentuan Sampel Penelitian
Penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dan snawball sampling. Dalam purposive sampling menurut Sutrisno Hadi (1990: 82) adalah pemilihan sekelompok subjek didasarkan atas ciri-ciri atau sifat-sifat tertentu yang dipandang mempunyai sangkutpaut yang erat dengan ciri-ciri atau sifat-sifat populasi yang sudah diketahui sebelumya.
Sedangkan teknik Snawball sampling menurut Dr. Sugiono (2001: 63) adalah teknik penentuan sampel yang mula-mula jumlahnya kecil, kemudian sampel ini disuruh memilih teman-temannya untuk dijadikan sampel, begitu seterusnya sehingga jumlah sampel semakin banyak. Ibarat bola salju yang bila menggelinding makin lama makin besar.
Prosedur perlaksanaannya adalah memilih informasi yang akan diteliti secara mendata dan disertai waktu penentuan pengumpulan data. Untuk memilih informasi adalah dengan mempertimbangkan siapa yang dipandang paling mengerti terhadap masalah yang diteliti.
Dalam penelitian ini peneliti mengambil informan sebagai berikut: Kepala Desa, ulama’, guru ngaji, dan keluarga serta tidak menutup kemungkinan dari orang yang dianggap banyak mengerti tentang hal tersebut.       
3. Metode Pengumpulan Data
Yang dimaksud dengan pengumpulan data adalah cara-cara yang digunakan dalam penelitian untuk mengumpulkan data, menghimpun dan memperoleh data yang tepat dan valid. 
Seorang peneliti harus cepat memilih dan mancari dimana sumber data berada. Oleh karenanya seorang peneliti harus mempu menentukan dengan cepat dan tepat dimana sumber dapat diperoleh dengan jalan menggunakan metode yang ada. Dalam penelitian ini metode yang digunakan untuk menghimpun data, antara lain:
a)        Metode Observasi
Menurut (Sukandarumidi, (2002: 69) Observasi adalah pengamatan dan pencatatan suatu objek dengan sistematika fenomena yang diselediki.
Mengenai jenis observasi, Sutrisno Hadi (1992: 141) dalam buku metodologi reseach, menyebutkan: 1). Observasi partisipan-non partisipan, 2). Observasi sistemati-non sistematik, 3). Observasi eksperimental-non eksperimental.
1.    Observasi partisipan-non partisipan
Dinamakan observasi partisipasi jika orang yang mengadakan observasi ikut ambil bagian dalam kehidupan orang yang di observasi.
2.    Observasi sistematik-non  sistematik
Yaitu observasi dilakukan dengan cara membuat kerangka yang membuat faktor-faktor yang telah diatur katagorinya terlebih dahulu, dan ciri khusus yang telah diatur dalam katagori-katagori itu.
3.    Observasi eksperimental-non eksperimental
Yaitu suatu observasi yang dilaksanakan oleh seorang peneliti dengan cara ia tiodak terlibat yang diselidiki akan tetapi ia merasa perlu mengendalikan dan mengatur situasi yang ada sehingga reseach dapat tercipta
Adapun jenis observasi yang dipakai dalam penelitian ini adalah observasi sistematis dengan cara membuat kerangka atau pedoman yang berisi hal-hal yang akan di observasi, dan observasi non partisipan yang mana dalam mencari data peneliti tidak mengambil secara langsung dalam kegiatan responden.
Peneliti menggunakan metode observasi untuk mendapatkan data tentang:
1)   Kondisi objek penelitian.
2)   Letak geografis objek penelitian.
b)        Metode Interview
Metode interview dikenal juga dengan metode wawancara. Metode melengkapi metode observasi yang sebatas pada pengamatan  dan pencatatan. Dalam interview ini dapat ekspresi muka, gerak-gerik tubuh yang dapat di chek dengan pernyataan verbal.
Menurut Arikunto (2002: 132) wawancara adalah sebuah dialog yang dilakukan oleh pewawancara untuk memperoloeh informasi dari terwawancara.
Menurut Arikonto (2002: 132) dalam pelaksanaan metode interview dapat dilaksanakan dengan interview bebas, terpimpin, dan interview bebas terpimpin, yaitu dalam melaksanakan interview pewawancara membawa pedoman yang hanya merupakan garis besar tentang hal-hal yang akan ditanyakan.

Sementara itu didalam buku prosedur penelitian suatu praktek, Suharsimi Arikunto (1998: 146) juga berpendapat bahwa ditinjau dari pelaksanaannya metode ini dibedakan menjadi: 1). Interview bebas, 2). Interview terpimpin, 3). Interview bebas terpimpin.
Adapun jenis interview yang dipakai dalam penelitian ini adalah interview bebas terpimpin artinya pelaksanaan interview dilakukan secara perorangan dengan menggunakan pedoman pertanyaan yang telah disiapkan sebelumnya.
Pada metode interview ini didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut:
1.  Metode ini bersifat fleksibel, sehingga demikian bahan-bahan dapat dengan mudah diinformasikan dan lebih objektif.
2.  Adanya unsur kekeluargaan sehingga pertanyaan yang diajukan dapat diarahkan dalam permasalahan yang lebih positif dan dinamis.
3.  Bisa berhubungan langsung dengan interviewer sehingga tercipta interaksi lebih komunikatif.
    Metode interview ini dilakukan dengan: Kades, ulama’, guru ngaji, dan keluarga. Dengan maksud untuk memperoleh data tentang:
1)      Sejarah berdirinya Desa
2)      Peranan keluarga sebagai pendidik dalam menanamkan nilai-nilai pendidikan agama Islam pada anak
c)         Metode Dokumentasi
Menurut Suharsimi Arikunto (2002: 135), bahwa: Di dalam mengguankan metode dokumentasi, peneliti meneliti benda-benda tertulis seperti buku-buku, majalah, dokumen, notulen rapat, catatan harian dan sebagainya.
Dengan demikian metode dokumentasi adalah untuk mempelajari data-data yang sudah didokumentasikan, seperti buku-buku, arsip, atau dokumen-dokumen yang deperlukan dalam pengumpulan data.
Metode ini digunakan untuk memperoleh data tentang:
1.    Catatan tentang lokasi Desa
2.    Struktur Desa
3.    Jumlah penduduk
4.    Personel perangkat Desa
4. Metode Analisa Data
Adapun yang dimaksud dengan teknik analisa data menurut Moleong (1991: 103) adalah proses mengorganisasikan dan mengurutkan data ke dalam pola kategori, dan satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan hipotesis kerja seperti yang disarankan oleh data.
Teknik analisa data sebagaimana yang dijelaskan oleh Miles dan Huberman (1992: 16-20) membagi menjadi tiga komponen pokok yaitu: reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan.
1.      Reduksi Data
Reduksi data merupakan bentuk analisa yang memfokuskan, menggolongkan, mengarahkan, membuang yang tidak perlu, dan mengorganisasi data sehingga kesimpulan-kesimpulan finalnya dapat ditarik. Reduksi data dapat berupa singkatan, coding, memusatkan tema, dan menulis memo.
2.      Penyajian Data
Penyajian data dilakukan oleh seorang peneliti dalam rangka untuk mendapatkan suatu gambaran yang jelas tentang data yang ada. Dalam hal ini semua data yang baik, ringkas dan padat akan mempermudah seorang peneliti sendiri misalnya meliputi matrik, gambar/skema, jaringan kerja, tabel. 
3.      Penarikan Kesimpulan
Kesimpulan merupakan kegiatan analisa yang penting. Penarikan kesimpulan hanyalah sebagian lain konfigurasi yang utuh. Kesimpulan yang diverifikasikan dapat berupa suatu pengulangan yang ada dalam pikiran peneliti pada waktu menulis atau dengan replikasi.
Dalam penelitian ini menggunakan teknik analisa data reflektif. Menurut Tim Penyusun STAIN, (2002: 16) analisa data reflektif yaitu kombinasi yang kuat antara berfikir deduktif dan induktif atau dengan mendialogkan data teoritik dengan data empirik.
Adapun data-data yang terkumpul adalah berupa data-data kualitatif, dimana tidak berupa angka-angka tetapi dinyatakan dalam bentuk simbol atau atribut-atribut tertentu, seperti struktur sosial, struktur perkawinan dan lain-lain.

I.         SISTEMATIKA PEMBAHASAN

Dalam sistematika pembahasan ini dijelaskan kerangka pemikiran dalam penyusunan skripsi ini, yang pembahasannya dibagi dua bahasan yakni pembahasan secara teoritik yang berdasarkan literatur dan bahan acuan sebagai referensi dan pembahasan analisis yang berdasarkan pada data-data yang telah diperoleh dari lapangan selama pelaksanaan penelitian.
Adapun sistematika pembahasan dalam skripsi ini dibagi dalam empat bab sebagai berikut:
Bab I adalah pendahuluan yang terdiri dari latar belakang masalah, alasan pemilihan judul, yang terdiri dari alasan objektif dan alasalan subjektif, penegasan judul, tujuan penelitian, manfaat penelitian, metodologi penelitian dan diakhiri dengan sistematika pembahasan.
Bab II adalah bab yang memuat tentang tinjauan teoritik, yakni kerangka pemikiran secara literatur yang berupa pendapat-pendapat para tokoh yang berhubungan dengan judul. Dalam bab ini kemudian dikemukakan beberapa tinjauan teoritik tentang peranan keluarga  dalam menanamkan nilai-nilai pendidikan agama Islam pada anak yang meliputi penanaman nilai-nilai akidah, nilai ibadah, dan nilai akhlak.
Bab III membuat pembahasan secara emperis tentang laporan dari hasil yang telah diperoleh dalam pelaksanaan penelitian yang meliputi latar belakang, objek penelitian, peranan keluarga dalam menanamkan nilai-nilai pendidikan agama Islam pada anak di Desa Buduan Kecamatan Suboh Kabupaten Situbondo serta penyajian data, analisis data serta diskusi dan interpretasi. Bab ini merupakan kajian untuk memaparkan data yang telah diperoleh serta untuk menemukan hasil akhir atau kesimpulan tentang peranan keluarga dalam menanamkan nilai-nilai pendidikan agama Islam pada anak di Desa Buduan Kecamatan Suboh Kabupaten Situbondo.
Bab IV memuat tentang kesimpulan dan hasil penelitian yang berupa kesimpulan, saran-saran, penutup dan juga dilengkapi dengan lampiran-lampiran.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar